Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia dengan singkatan PMII merupakan organisasi gerakan dan kaderisasi yang berlandaskan islam ahlussunah waljamaah. Berdiri sejak tanggal 17 April 1960 di Surabaya dan hingga lebih dari setengah abad kini PMII terus eksis untuk memberikan kontribusi bagi kemajuan bangsa dan negara.

ANALISA SOSIAL

ANALISA SOSIAL

Teori sosial merupakan refleksi dari fakta sosial, sementara fakta sosial akan mudah dianalisis melalui teori-teori sosial. Teori sosial melibatkan isu-isu mencakup filsafat, untuk memberiakn konsepsi-konsepsi hakikat aktifitas sosial dan perilaku manusia yang ditempatkan dalam realitas empiris. Charles Iemert (1993) dalam Social Theory; The Multicultural And Classic Readings menyatakan bahwa teori social memang merupakan basis dan pijakan teknis untuk bisa survive. Teori Social merupakan refleksi dari sebuah pandangan dunia tertentu yang berakar pada positivisme. Menurut Anthony Giddens, secara filosofis terdapat dua macam analisis sosial, pertama: analisis institutional, yaitu ansos yang menekankan pada keterampilan dan kesetaraan aktor yang memperlakukan institusi sebagai sumber daya dan aturan yang diproduksi terus-menerus. Kedua, analisis perilaku strategis adalah ansos yang memeberikan penekanan institusi sebagai sesuatu yang diproduksi secara sosial. Tiada masyarakat yang steril dari perubahan sosial. Justru perubahan sosial memberikan suatu bukti terjadinya dinamika di dalam masyarakat. Tanpa perubahan sosial masyarakat tersebut adalah masyarakat yang mati, stagnan.

Apakah analisa sosial itu?

            Analisa sosial adalah sebuah upaya untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap tentang situasi sosial, hubungan struktural, kultural, dan historis sehingga memungkinkan menangkap dan memahami realitas yang dihadapi. Dengan kata lain analisa sosial adalah merupakan upaya kita untuk menempatkan suatu masalah tertentu dalam konteks realitas sosial yang lebih luas yang mencakup konsep waktu (sejarah), konteks struktur (ekonomi, sosial, politik, budaya, konteks nilai, dan konteks tingkat atau ras lokasi (spatial: lokal-global).

Mengapa analisis sosial diperlukan?

Analisis sosial diperluakn untuk:

a.         Identifikasi dan pemahaman masalah secara lebih seksama; melihat akar masalah dan ranting masalah.

b.         Memahami potensi (kekuatan-kelemahan-peluang-tantangan) yang ada dalam komunitas.

c.         Membangun ukuran dengan lebih baik untuk kelompok yang dirugikan.

d.         Membangun prediksi berupa tindakan-tindakan sebagai upaya untuk mengubah.

Apa prinsip analisis sosial?

a.         Analisis sosial bukan suatu bentuk pemecahan masalah melainkan diagnosis yang bisa dijadikan acuan yang lengkap dalam pengambilan keputusan atau tindakan sebagai pemecahan yang tepat.

b.         Analisis sosial tidak netral (analisis sosial selalu berangkat dari komitmen).

Siapa pelaku analisis sosial?

a.         Analisis sosial bukan milik kelompok tertentu.

b.         Analisis sosial dapat dilakukan oleh siapapun.

c.         Analsisis sosial akan mempunyai makna yang dalam jika dilakukan oleh mereka yang “terlibat langsung” sehingga dimungkinkan terjadi proses transformasi kesadaran.

Dimana posisi analisis sosial?

            Penolakan terhadap analisis sosial dilakukan oleh pihak yang pro kepada status quo. Mengapa? Analisis sosial memiliki bobot untuk mengubah (baca: mendorong proses perubahan). Jika demikian, analisis sosial merupakan salah satu simpul dalam siklus kerja transformasi.

            Dalam studi ilmu-ilmu sosial, untuk menganalisis kondisi sosial maka kita harus berpijak dalam empat paradigma (baca: cara pandang) yang didasarkan pada pebedaan anggapan metateori tentang sifat dasar ilmu sosial dan sifat dasar dari masyarakat. Empat paradigma tersebut yang dibangun atas pandangan-pandangan yang berbeda mengenai dunia sosial satu dengan yang lain adalah fungsionalis, fenomenologis/ interpretatif, humanis radikal dan strukturalis radikal.

            Untuk menuju pilihan yang tepat metode seperti apa yang layak diambil, maka kita harus berangkat dari perdebatan asumsi dasar tentang ontologis, epistemologis, kecenderungan dasar manusia (human nature) dan metodologi.

              Asumsi ontologis atau perdebatan ontologis berawal dari pertanyaan “apa”. Jadi asumsi ontologis ini adalah apakah kenyataan diteliti sebagai sesuatu di luar yang mempengaruhi/ merusak didalam seseorang ataukah kenyataan itu justru hasil dari kesadarans eseorang. Perdebatan mengenai ontologis menghasilkan aliran nominalisme dan realisme:

1.      Nominalisme

a.                       Asumsinya realitas yang ada di luar manusia hjanyalah sekedar penamaan, konsep atau label yang digunakan menjelaskan realiatas sosial.

b.                       Penamaan hanyalah rekaan saja untuk menjelaskan,. Memberi pengertian dan memahami realitas

2.      Realisme

a.       Realitas ada mendahului ke beradaan dan kesadaran seseorang terhadapnya

b.       Realitas sosial ada di luar seseorang. Meriupakan kenaytan yang berwujud, dapat diserap, dan merupakan tatanan nisbi yang tetap.

Debat epistemologis berawal dari pernyataan’ bagaimana’. Jadi bagaimana seseorang mulai memahami dunia sosial dan mengkomunikasikannya sebagai pengetahuan kepada orang lain. Debat epistemologis melahirkan perpecahan tajam anatara orang eksakta dengan orang sosial. Perdebatan ini membawa kita pada aliran positivis dan aliran anti positivis :

1.       Positivisme

a.            Semua pengetahuan harus tebukti lewat ras kepastian, pengamatan sistematis yang terjalin secara inter-sujektif.

b.            Kepastian metodis sama pentingnya dengan rasa kepastian. Kesahehan pengetahuan ilmiah dijamin oleh kesatuan metode.

c.            Menolak perberdan ilmu-ilmu sosial dan ilmu-ilmu alam.

d.            Pernyataan-pernyataan yang tidak bisa diverifikasikan secara empiris, sebagai non-sense.

e.            Berusaha menyatukan semua cabang ilmu pengetahuan menjadi satu bahasa universal.

f.             Ilmu-ilmu sosial bertugas mencari hukum-hukum yang mengatur masyarakat dan digunakan sebagai cara untuk memperbaiki masyarakat.

2.       Anti positivis

a.         Realita sosial adalah nisbi, hanya dapat dipahami dari sudut pandang orang per orang yang terlibat dalam peristiwa sosial tertentu.

b.         Seseorang hanya dapat mengerti dari sisi dalam, buakan dari luar realita sosial.

c.          Ilmu sosial itu bersifat subjektif dan menolak ilmu pengetehuan bisa jadi ilmu apa saja.

Debat hakekat manusia ( human nature ) membawa kita kepada suatu upaya penyadaran diri. Selanjutnaya, debat mengenai hakekat manusia termasuk debat dikalangan kaum determinis atau kodariah dan kaum volumteris atau jabariah. Kedua anggapan inilah yang merupakan unsur paling utama dan hakiki dalam teori ilmu sosial.

1.          Determinisme adalah Manusia ditentukan oleh sekitar dimana ia berada.

2.          Volumterisme adalah manusia sepenuhnya adalah pencipta dan berkemauan bebas.

 

Debat metodologis merupakan satu muara ketika orang yang memperdebatkan diatas akhirnya semua akan mengarah kepada perbedaan metodologis. Adapun debat metodologis, melahirkan 2 aliran besar pula, yaitu ideografis dan nomotetis :

1.          Ideografis : seorang hanya dapat memahami kenyataan sosial melalui pencapaian pengetahuan langsung dari pelaku atau yang terlibat.

2.          Nomoteis: mementingkan adanya seperangkat teknik dan tatacara sistematis dalam penelitian. Cara ini mengutamkan teknik-teknik kuantitatif untuk menganalisis data.

 

Dari semua asumsi dan perdebatan diatas dapat ditarik kesimpualan bahwa teori sosial terbagi menjadi 2 aliran besar yaitu

1.       Positivistik yang menggunakan ontologis realis, epistemologinya positivis, pandangan sifat manusianya deterministik dan metodeloginya nomotetik.

2.       Idealisme jerman, sebaliknya ontologinya nominalis, epistimologinya anti positivis, pandangan sifat manusianya volunteristik dan metodeloginya ideografis.

 

Empat paradigma teori sosial

Setelah melaui perdebatan yang panjang, para ahli sosiologi akhirnya sepakat untuk menetukan cara baru dalam menganalisa empat paradigma ( dengan tetap memasukkan unsur-unsur penting dari asumsi diatas ). Emapat paradigma itu adalah :

1.       Paradigma fungsionalis

Paradigma inilah yang paling banayak dianut didunia, mereka condong kepada pendakatan realis, positivis, determinis, dan nomoetis. Rasionalitas merupakan ‘ tuhan’ bagi mereka. Ciri-cirinya adalah sebagai berikut :

a.    Pandangannya berakar kuat pada sosiologi keteraturan dengan pendekatan obyektivis.

b.    Memusatkan perhatian pada kemapanan, ketertiban sosial, kesepakatan, keterpaduan sosial, empiris.

c.     Rasionalitas diutamakan dalam menjelaskan peristiwa sosial, berorientasi pragmatis.

d.    Mendasarkan pada filsafat rekayasa soaial untukdasar bagi perubahan sosial.

2.       Paradigma interpretatif.

Penganut paradigma ini cenderung menaganut sosiologi ketaraturan yaitu ilmu sosial yang mengutamakan kesatuan dan kerapatan. pendekatannya cenderung nominalis, anti positifis dan ideografis.pada pekembangan selanjutnya paradigma ini sering disebut sebagai aliran fenomenologis. Ciri-cirinya adalah sebagai berikut :

a.     Pada dasarnya menagnut sosiologi keteraturan, tetapi mereka menggunakan pendekatan subyektif dalam analisis sosialnya.

b.     Mereka ingin melihat kenyataan sosial seperti apa adanya.

c.     Kenyataan sosial dibentuk oleh kesadaran dan tindakan seseorang.

d.     Anggapan dasar masih tetap didasarkan pada pandangan manusia serba tertib, terpadu dan rapat, kematangan, kesetiakawanan, dan kesepakatan.

3.       Humanis radikal

Paradigma yang dianut oleh orang-orang yang berminat mengembangkan ilmu soisal perubahan radikal dari pandangan subyektivis. Pendekatan yang kemudian dipakai adalah nominalis, anti positivistik, volunteris dan ideolografis. Pandangan dasarnya bahwa ada satu suprastruktur ideologis diluar diri yang membelenggu dan berhasil memisahkan dirinya dengan kesadarannya ( alenasi ) dan melahirkan kesadaran palsu. Cir-cirinya adalah sebagai berikut :

a.       Para penganutnya berminat mengembangkan sosiologi perubahan radikal dari pandangan subyektifis.

b.       Pendekatannya sama dengan kaum interpretaktif ( nominalis, anti-positivis

c.       volunteris, dan ideolgrafis ) tetapi, cenderung menekankan perlunya menhilangkan atau mengatasi serbagai pembatasan tatanan sosial yang ada.

d.       Kesadaran manusia telah dikuasai atau dibelenggu oleh suprastruktur ideologis yang diluar dirinya.

e.       Agenda utama : memahami kesulitan manusia dalam membebaskan dirinya dari semua bentuk tatana sosial yang menghambat perkembangan manusia sebagai manusia.

f.        Penganutnya mengecam kemapanan habis-habisan.

4.       Struktur radikal

Penganut paham ini berupaya memperjuangkan sosiologi perubahan radikal juag yaitu perubahan yang mendasar dengan mengabaikan semua tatanan sosial yang membelenggu perkembangan diri manusia oleh karna pandangan ini bersifat utopis dan hanya memandang lurus kedepan. Analisisnya cenderung menekankan pertentangan struktural, bentuk-bentu penguasaan dan pemerosotan harkat manusia. Pendekatan yang dipakai adalah realis, positivis, determinis dan nomotetis. Ciri-cirinya adalah sebagai berikut

a.       Penganutnya memperjuangkan sosiologi perubahan radikal tetapi dari sudut pandang obyektifitas.

b.       Pendekatan ilmiahnya memiliki beberapa persamaan dengan kaum fungsionalis namun memiliki tujuan akhir yang saling berlawanan.

c.       Analisisnya lebih menekankan pada pertentangan struktural, bentuk-bentuk penguasaan dan kemerosotan dharkat kemanusiaan.

d.       Hal yang penting adalah hubungan struktural yang terdapat dalam kenyataan soaial.

Fungsi utama mengenal empat paradigma diatas adalah kita dapat memahami kerangka berfikir seseorang dalam teori sosial dan merupakan alat untuk memetakan perjalanan pemikiran teori sosial seseorang terhadap persoalan sosial. Dengan pemahaman ini, kiat diri bisa memetakan teori-teori yang ada untuk kemudian dengan kesadaran masing-masing melaui pengalaman dan pemahamannya sendiri, memilih mana yang menurut anda paling tepat.






Sumber: https://pmiigempha.blogspot.com/2017/10/analisa-sosial.html
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Lagu Pergerakan

Popular Posts

PMII Majalengka. Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

Recent Posts